Laman

Blog ini dibuat hanya untuk berbagi informasi, baik yang penting maupun yang tidak penting

Tuesday, 30 October 2012

Andi dan Rika

Cerita ini mengisahkan tentang petualangan seorang cowo dan kisah cintanya di sekolah.
Sebut saja cowo itu Andi, umurnya sekitar 17 tahun, dan ia duduk di bangku kelas 3 SMK.

Pagi itu suara jam weker kembali mengusik telinga Andi. Bagaikan robot yang sudah tau akan tugasanya, Andi langsung bangun dan bersiap untuk berangkat sekolah. Setelah semua siap, ia memanaskan motor dan kembali mengecek isi tasnya (takut ada yang ketinggalan). Setelah itu ia pamit dan berangkat sekolah. Perjalanan pagi itu terasa biasa-biasa saja, karena ngga ada yang bisa memancing adrenalin Andi. Singkat cerita sampailah Andi di sekolah. Andi bisa di bilang orang yang tak pernah terlambat kalau masuk sekolah. Sampai di kelas Andi menaruh tasnya dan duduk sambil melihat anak-anak (ntah kelas berapa) bermain bola. “ndi” panggil salah satu teman Andi, sebut saja ia Ical. “apa” jawab Andi, “gue ada nomer cewe baru nih” kata ical, “terus..?” sahut Andi ketus “yaelah gitu amat lu jawabnya, biasanya lu nanyain nomer cewe sama gue” balas ical. “lu simpen aja tuh nomer sampai suatu saat gue minta” kata Andi sambil kembali melihat anak-anak bermain bola. “lu kenapa sih ndi..? kayanya ngga mood banget” tanya ical penasaran , “ngga apa-apa” jawab Andi. “yaudahlah kalau lu ngga mau cerita” sahut ical sambil meninggalkan Andi. Seharian itu, Andi tidak bergairah sama sekali di sekolah, ada dia tapi seperti ngga ada dia, karena Andi bisa di bilang murid paling rusuh di kelasnya.
Singkat cerita, selesailah jam pelajaran dan waktunya pulang. Saat keluar kelas, Andi di panggil Rika (salah 1 dari 5 cewe yang ada di sekolah) “ndi” teriak rika sambil berlari mendekati Andi. “ada apa,  tumben manggil gue” kata Andi, “pulang bareng yuk, gue lagi ngga bawa motor nih, sampe depan aja” pinta Rika. Dengan perasaan ngga enak Andi mengiyakan permintaan Rika. Dijalan, mereka membicarakan tentang banyak hal,sampai pada saat Rika menyatakan perasaannya kepada Andi. Spontan Andi menghentikan laju motornya dan bicara serius dengan Rika. “apa gue ngga salah denger..? lu serius..?” tanya Andi “iya gue serius, gue suka sama lu dan gue ngga bisa bohongin perasaan gue” jawab Rika. Andi bingung harus berkata apa lagi, rasa bingung Andi di sebabkan karena dia memiliki komitmen untuk berhubungan (pacaran) dengan orang yang seiman dengan dia, sedangkan Rika adalah orang yang bertolak belakang akan itu. Tapi disisi lain Rika adalah cewe yang bisa dibilang cantik di sekolah, jadi kalau sampai satu sekolah tau kalau Andi menolak Rika, sekolah bakalan gempar. Masa seorang Rika di tolak sama Andi yang tampangnya biasa-biasa saja di bandingkan teman2nya yang lain. Andi benar-benar pusing memikirkan itu,sampai dia mengambil keputusan untuk berkata “gue piker-pikir dulu ya, lu mau kan nunggu sampai gue kasih jawaban..?”  “iya gue akan nunggu jawaban dari lu” jawab Rika. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang. Sampai di rumah, Andi tidak habis pikir, kenapa Rika bisa suka padanya, padahal dia tidak punya sesuatu yang bisa di baggakan. Sekian lama Andi berpikir dan akhirnya dia mengambil keputusan. Keesokan harinya, seusai pulang sekolah, Andi mengajak Rika ke kantin untuk membicarakan hal tersebut. Dengan raut wajah bingung + takut, Andi berkata “gue mau ngasih jawaban buat yang kemarin” Rika hanya terdiam menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut Andi. “gue ngga bisa jadi pacar lu, bukannya gue ngga suka sama lu, tapi gue ngga bisa” mendengar hal itu siluet kekecewaan terlihat di wajah Rika, dan ia berkata “kenapa, apa ada yang kurang sama gue..?, bilang aja kalau ada yang kurang, gue akan berusaha jadi apa yang lu mau” “ngga ada yang kurang, lu itu udah pas banget jadi cewe, tapi sorry gue ngga bisa” jawab Andi, “tapi kenapa..?, pasti kan ada alsannya” Tanya Rika lagi, dengan ragu Andi menjawab pertanyaan Rika ”karena kita beda Agama, kita beda kepercayaan,selain itu gue juga lagi suka sama cewe lain, sorry kalau jawaban gue ngga bisa lu terima”. Mendengar hal itu, Rika menangis dan keluar dari kantin dengan berlinang air mata. Andi merasa tidak enak terhadap Rika, tapi Andi juga harus bisa mempertahankan komitmennya.
Singkat cerita sampai kepada saat kelulusan.
Kegembiraan terjadi di sekolah, coret-coretan pun berlangsung di luar sekolah. Lalu Rika mendekati Andi dan berkata “gmn ndi lu lulus kan..?” “lulus dong, lu lulus ngga..?” balas Andi “luluslah, gue kirain lu ngga lulus, soalnya kan lu udah di cap calon siswa yang ngga lulus, hahahaha” lanjut Rika “wah sialan lu, tapi tetep otak yang menjadi penentu kawan :P” sahut Andi. Lalu rika mengganti topik dan berkata “gmn kabar lu sama cewe yang lu suka..?” dengan santai Andi menjawab “niatnya sih dalam waktu dekat2 ini gue mau nyatain perasaan gue ke dia” sambil tersenyum Rika berkata “semoga berhasil ya ndi” “iya thanks ya” jawab Andi. Setelah itu Andi lost contact dengan Rika.


Cerita ini hanya fiktif belaka, kesamaan nama tokoh, karakter, serta alur cerita, itu hal yang tidak di sengangaja, karena cerita ini tercipta dari khayalan semata..
☺☻☺☻☺☻☺☻☺☻

No comments:

Post a Comment