Seorang pria berkata kepada dirinya sendiri “lu itu ngga pantas untuk disayangi,lu itu di ciptakan hanya untuk menyayangi, liat aja
keadaan lu sekarang,
perempuan yang benar-benar lu sayang justru ngga menyayangi lu, dia malah menyayangi orang lain.
Sekeras apapun lu mencoba untuk
membuat dia menyayangi lu, itu ngga akan
pernah bisa, karena rasa sayang itu muncul dari hati yang terdalam, yang hadir
tanpa pernah lu dan dia sadari.
Jadi mending lu lupain dia aja,
kalau lu emang benar-benar mau disayangi. Lu ngga akan pernah mendapatkan rasa
sayang itu dari dia, sadar bung lu itu cuma jadi
persinggahan aja bukan jadi pelabuhan terakhirnya dia. Apa lu mau bertahan..?. semakin lu mencoba bertahan, itu sama aja lu memberikan pisau ke dia untuk
mencabik dan membunuh lu. gue tau lu sayang sama dia, tp sadar bung, dia itu ngga sayang
sama lu. Apa lu mau menunggu sampai dia sayang sama lu..?. sampai kapan bung, menunggu
sampai lu benar-benar tersakiti, dan
sampai lu ngga mau mengenal
lagi yang namanya cinta..?. Mungkin lagu arie lebih baik daripada keadaan lu sekarang ‘di cintai tuk di sakiti’
daripada keadaan lu ‘tak di cintai
tapi disakiti”, bagus tuh buat judul
lagu, kenapa ngga buat lagu aja..? toh lu udah banyak menciptakan nada-nada dari kegalauan lu yang ngga jelas itu kan .
Keadaan lu sekarang itu sama
aja kaya orang ingin bernafas di luar angkasa, orang itu ngga akan pernah
mendapatkan udara karena memang di sana
tidak terdapat udara. Sama kaya lu bung, lu ingin mendapatkan cinta, tapi lu berada pada tempat yang ngga bisa
memberikan cinta buat lu. Bodoh, Cuma kata
itu yang tepat buat lu saat ini. Memang
susah sih kalau udah bertemu dan merasakan yang namanya cinta, semua menjadi
sesuatu yang ngga wajar, salah satunya kaya lu sekarang ini, tetap mengerti walau tak di mengerti,
tetap memberi walau tak di beri, tetap menerima walau tak di terima, tetap
menyayangi walau tak di sayangi, dan tetap mencintai walau tak di cintai.”
Tulisan
ini tercipta dari kegalauan semata..
J J
No comments:
Post a Comment