Laman

Blog ini dibuat hanya untuk berbagi informasi, baik yang penting maupun yang tidak penting

Tuesday, 20 November 2012

Tak Semudah Menolong


Terkadang membuat membantu seseorang itu tidak semudah yang kita bayangkan. Dimana yang terpikirkan saat ingin membantu seseorang ya hanya membantu. Tapi pernahkah kalian memikirkan dampak dari pertolongan yang kalian berikan..??
Gue mau sedikit bercerita tentang membantu atau menolong seseorang.
Cerita ini berawal saat gue dan teman-teman gue sedang asik minum kopi di warung kopi di daerah rumah gue. Saat itu bertepatan dengan malam minggu, dimana biasanya anak-anak muda berkencan dengan pasangannya masing-masing. Memang hampir setiap malam minggu, gue dan kedua teman gue ini selalu bersama melepas kesepian di malam minggu. Singkat cerita, saat gue dan teman-teman gue sedang asik bercerita sambil menghirup kopi hangat, lewat sekelompok anak muda yang cukup banyak. Tapi ada sesuatu yang aneh pada anak-anak muda tersebut, mereka membawa barang yang seharusnya tidak mereka bawa. Mereka membawa senjata tajam, dan hampir dari mereka semua memegangnya. Ketika melihat itu, gue dan teman-teman gue hanya diam dan tak menghiraukan anak-anak muda tersebut, selama mereka tidak mengganggu kenapa gue harus ganggu. Selang 15 menit setelah mereka lewat di depan kami, datang dua orang pemuda membawa seorang bapa yang terluka, tepatnya di tangan kirinya. Lalu pemuda itu bertanya “Maaf mas, ada yang kenal bapa ini ngga..??” gue dan teman-teman gue manjawab “wah saya ngga kenal mas”. “emang bapa ini kenapa mas” tanya gue, “kayanya kena serangan dari anak muda yang barusan pada tawuran” jawab pemuda itu. Ternyata sekumpulan anak muda yang gue dan teman-teman gue lihat itu abis tahuran. Singkat cerita datanglah seorang ibu-ibu yang melihat bapa tersebut, dan ternyata ibu tersebut kenal dengan bapa itu. Kemudian ibu tersebut memanggil warga di sekitar situ. Selidik punya selidik, ternyata bapa itu salah satu keamanan di daerah itu. Mungkin saat anak-anak muda tersebut sedang tawuran, bapak ini berniat untuk membububarkan pertikaian tersebut, tapi apa daya dan upaya justru bapa tersebut yang terkena serang. Kemudian warga berniat membawa bapa tersebut ke RS, karena klinik di daerah itu sudah tutup semua, dan seandainya ada yang buka pun, mungkin tak akan bisa mengatasi luka trsebut karena tangan bapa tersebut hampir putus. Kemudian gue mengambil inisiatif untuk menghentikan mobil yang lewat pada jam 03.00. Bisa kalian bayangkan gimana sulitnya mencari mobil yang lewat sekitar jam segitu. Lalu lewatlah angkutan umum yang entah hendak kemana pada jam segitu. Kemudian gue memberhentikan mobil tersebut dan mengangkut bapa itu untuk dibawa ke RS. Gue sempat sedikit kesal dengan warga yang ada disitu, mereka hanya menunjukkan kepanikan mereka tanpa berbuat sesuatu untuk membantu bapa tersebut. Kemudian salah satu teman gue naik ke angkutan umum tersebut untuk ikut pergi ke RS, entah apa yang ia pikirkan sampai ia mengajak gue dan teman gue yang lain untuk ikut ke RS. Mungkin jiwa kemanusiaan teman gue ini terlalu besar, sampai iya mau ikut campur dalam masalah tersebut. Lalu gue dan kedua teman ini pergi ke RS tanpa di dampingi oleh keluarga ataupun kerabat dari bapa tersebut. Dengan keceptan tinggi mobil itu melaju menuju RS. Di perjalanan, gue sendiri takut jikalau bapa ini tidak selamat sebelum sampai RS, yang gue bisa lakukan hanya berdoa dan memberi semangat kepada bapa tersebut untuk tetap bertahan.
Setelah sampai di RS, gue langsung memangil petugas yang ada disana dan meminta tolong untuk langsung menangani bapa tersebut. Singkat cerita datanglah polisi yang menangani masalah tawurah tersebut, sedikit agak lamban memang, dimana para polisi tersebut baru datang setelah tawuran selesai dan memakan korban. Kemudian gue dan kedua teman gue, serta supir di introgasi oleh polisi. Setelah melewati banyak pertanyaan, gue, teman-teman gue seta supir angkutan tersebut boleh kembali ke alam masing-masing, dengan syarat harus kembali datang melapor ke pospol di daerah peristiwa tersebut.
Singkat cerita, gue dan kedua teman gue datang ke pospol untuk melaporkan kejadian semalam. Lalu gue dan teman gue kembali mendapatkan pertanyaan. Kemudian polisi curiga kepada kami karena keterangan yang kami berikan berbeda dengan keterangan yang di berikan oleh orang lain yang entah siapa. Ini yang gue benci kalau berurusan sama polisi, niatnya mau ngebantu malah jadi tersangka. Setelah kembali di selidiki, ternyata ada banyak korban pada malam itu, sehingga banyak juga keterangan yang berbeda. Kemudian gue dan kawan-kawan gue di persilahkan untuk kembali melakukan aktifitas seperti biasa.
Sekiran cerita yang gue alami dalam membantu sesama.
Pesan moral : Bantulah selagi engkau bisa membatu, walau dampaknya tak seperti yang kau inginkan.

No comments:

Post a Comment