Seorang anak
berkata kepada ayahnya “ayah bagaimana caranya agar aku bisa jadi yang
terbaik..?” ayahnya menjawab “jadi dirimu sendiri, dan kembangkan kemampuanmu”.
Lalu anak ini berkata lagi “tapi ini masalah cinta ayah, aku menyayangi
seseorang, tapi . . . . “ “tapi apa…?” tanya ayahnya. Kemudian anak itu
melanjutkan ucapannya “tapi dia tidak menyayangi ku ayah, dia memilih orang
lain”. “darimana kamu tau kalau dia tidak sayang padamu..?” tanya ayahnya
“karena dia sayang kepada orang lain” jawab anak itu. Lalu ayahnya kembali
bertanya “kamu tau darimana kalau dia sayang dengan orang lain..?” “dia sendiri
yang memberitahukannya kepadaku ayah” jawab anak itu dengan wajah murung.
Kemudian sang ayah mengajak anak tersebut ke tepi sungai, di sana sang ayah membuat kapal mainan kemudian
di hanyutkan di sungai itu. Lalu sang ayah berkata kepada anaknya “kamu tau
kenapa ayah mengajakmu kesini dan melihat ayah menghanyutkan kapal mainan
itu..?” dengan rasa bingung anak itu menjawab “tidak ayah”. Kemudian ayahnya
menjelaskan maksud dan tujuan kenapa anaknya di bawa ke tepi sungai “sungai ini
ibaratkan dia yang engkau sayangi dan kapal itu adalah cintamu, mungkin engkau
tidak bisa mengalir bersamanya tapi engkau bisa memberikan cintamu untuk tetap
bisa ia bawa mengalir bersamanya, engkau tidak harus bersamanya, tapi cintamu
untuk dia, itulah yang harus tetap bersama-sama dengan dia, dan saat engkau
berhasil melakukan itu, itulah yang membuktikan bahwa engkaulah yang terbaik”.
“Tetap sayangi orang yang belum tentu
mencintaimu, dan berikan cinta itu setulus hatimu, sampai dia tau bahwa kamulah
orang yang terbaik untuknya.”
Tulisan ini tercipta dari kegalauan
semata..
J J
No comments:
Post a Comment